Thursday, December 29, 2011

Dakwah Cerdas di Kampung Penyuka Daging Babi

Kisah ini diceritakan saat kajian Fiqh Thaharah. Ada sebuah kampung muslim terpencil di Jawa Timur, yang mana lauk utama penduduknya adalah daging babi. Kenapa babi, karena babi ini satu-satunya hewan ternak yang berkembang biak disitu. Tidak ada kambing, sapi, ayam. Karena ini masalah krusial bagi umat muslim, maka di sebuah organisasi Islam (saya tidak akan menyebutnya daripada Islam terkotak-kotak organisasi tertentu :p), diutuslah salah seorang yang tugasnya menyadarkan penduduk akan seriusnya tingkat haram daging babi ini.

Tugas ini cukup berat, karena ini menyangkut kebiasaan penduduk. Kalo dibilang ini HARAM! huwahhh bisa langsung diusir dari kampung ustad ini. Jadi tugas berdakwah ini berlangsung agak lama, dan harus tinggal di kampung tersebut. Jadi yang menerima amanah juga mendapat gaji dari organisasi Islam tersebut dalam menjalankan tugas mulia ini.

Lalu bagaimana caranya?. Setelah beberapa tinggal di kampung ini dan mulai bisa melebur dengan masyarakat. Ustad tersebut mulai menjalankan misi, yaitu membujuk orang-orang untuk hanya menkomsumsi babi betina, kata sang ustad, daging babi betina itu lebih enak!. Nah, kalao babi betina saja yang dikonsumsi, maka lambat laun, populasi babi semakin sedikit dan punah. Naah, di detik-detik kepunahan babi ini mulai didatangkan sapi, kambing, dan ayam. Setelah masyarakat cukup siap dan sudah tertarik dengan daging lain, baru ustad dalam sebuah ta'limnya mengatakan bahwa daging babi ini haram. Hmm happy ending jadinya, penduduk tidak lagi makan babi.

Subhanallah, salut untuk sang ustad dan organisasi Islam tersebut yang peduli dan serius menangani ini. Memang perlu usaha yang tidak instan ya untuk merubah sebuah kebiasaan yang sudah mendarah daging.

0 comments: